Head Line News Dari Akhirat ... !?!

Head Line News Dari Akhirat - Setiap media, terutama televisi, di setiap harinya tentu menyajikan head line news yang selalu saja berubah. Baik berita dari dalam negeri maupun dari mancanegara, terlepas dari kepentingan mereka meningkatkan rating yang ujung-ujungnya untuk kepentingan ekonomi maupun kepentingan politik yang ujung-ujungnya “pencitraan” dan sebagainya.

Kemajuan yang kita rasakan bersama adalah bagaimana kini masyarakat begitu gemar dan aktif mengikuti berita-berita terkini di media. Tidak seperti di “era kemarin”, sajian berita menjadi acara yang “mengganggu”. Apalagi ada siaran langsung pidato menteri atau pejabat yang terkesan hanya formalitas menjalankan tugas. Kini benar-benar luar biasa, bahkan di bagian layar paling bawah terdapat berita baris berjalan menyajikan berita terkini.

Fenomena ini patut kita syukuri, walaupun di lain sisi, tontonan-tontonan murahan masih saja disajikan dengan dalih pelepas stress, baik itu adegan lucu atau adegan lucu plus “penjualan” aurat kaum hawa.

Sebagai penonton setia, betapa lepasnya kita tertawa terbahak-bahak menyaksikan setiap adegan menggelikan. Sebagai pemirsa yang baik, betapa kritisnya kita melihat dan mendengar setiap berita yang disajikan oleh media. Belum lama, berita tewasnya Usamah bin Ladin begitu penuh mewarnai di setiap sudut media. Ada yang bertepuk tangan, ada yang simpati, ada pula yang secara dalam menganalisa dan memberikan komentar-komentar yang terkesan bijak.

Ya begitulah berita, setiap hari berputar dan setiap kita seperti “diwajibkan” mengupdatenya, hingga media memberikan “ruang” komentar ataupun tanggapan-tanggapan melalui dunia online di dalam web maupun jejaring sosial atau melalui pesawat telepon yang bisa langsung dimunculkan di televisi, sehingga kita memang benar-benar diberikan apresiasi telah mengikuti “jalan” berita yang setiap saat mereka sajikan. Betapapun, tanggapan maupun kritik yang kita sampaikan kepada pejabat atau pihak yang bersangkutan kemungkinan besar hanya terkesan terapresiasi di layar kaca namun biasanya entah seperti apa di alam nyata.

Saudaraku, menanggapi fenomena di atas, ada rangkaian pertanyaan yang perlu kita jawab. Mengapa begitu kencangnya langkah hati kita untuk selalu menyaksikan berita-berita itu? Sedangkan, mengapa begitu lemahnya langkah hati kita untuk selalu menambah berita tentang “kepastian” yang telah menanti kita?


http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTnpk_pA11pV3s9fvVNZ0WbWLQ5gB2vXF08GYdj_AXD7txgUyVXn4-rjIQ


Begitu rakusnya kita saat ingin mengetahui keadaan terkini selebriti, keadaan politik, sosial, ekonomi, olah raga dan sebagainya dengan berbagai kemajuan yang telah Allah karuniakan melalui kemajuan teknologi saat ini. Akan tetapi seberapa rakusnya keinginan kita akan ilmu pengetahuan, kabar banyak tentang suatu masa yang sudah pasti Allah sebagai warning kepada kita?

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al-An’aam [6] : 32)

Dengan ayat di atas Allah menyatakan bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sendau gurau dan permainan. Jika demikian, tentu menjadi sebuah kesalahan apabila kita selalu mengkonsentrasikan diri dalam dunia ini, menguras fikiran dan gagasan hanya untuk pengetahuan yang bersifat sementara ini. Sungguh menyedihkan, jika kita mengaku sebagai muslim hanya memahami akhirat sebatas kehidupan lanjutan setelah kematian, lalu di sana terdapat surga untuk orang-orang yang baik dan orang-orang durhaka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Padahal kematian adalah pasti, akhirat selalu menanti. Bukankah sebuah kebodohan jika kita tidak mengerti dengan detail akan ilmu tentang sebuah kampung setiap saat menanti itu? Di sana ada kegelapan barzakh, di sana ma’syar, di sana sirath, di sana ada tak terhitung nikmat, di sana ada tak terbayangkan kengerian dahsyatnya siksa yang menanti. Bahkan Rasulullah SAW pun pernah menatapnya.

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari ‘Abd Allah ibn ‘Abbas,"Terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah SAW, para sahabat berkata, 'Ya Rasulullah, kami melihat engkau memetik sesuatu, kemudian kami melihat engkau berbalik.' Rasulullah berkata 'Aku melihat surga dan mencoba memetik setangkai buahnya. Seandainya aku berhasil memetiknya, engkau pasti akan memakannya sampai akhir zaman. Dan aku melihat api neraka. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang begitu mengerikan dan menakutkan'."

Mengetahui berita tentang akhirat, tentu bukan untuk berlomba-lomba menumpuk ilmu di dalam kepala semata. Melainkan agar benar-benar menghadirkan nuansa kenikmatan syurga kemudian memotivasi diri bahwa Allah benar-benar telah menyiapkan tempat mulia itu bagi hamba-hambaNya yang setia. Dan juga untuk menghadirkan rasa kengerian akan api neraka, sehingga kita bersama-sama berusaha menjauhkan diri darinya.

Jadi sangat berbeda dengan berita-berita duniawi yang setiap hari kita nikmati, yang kini cenderung mendidik menjadi masyarakat yang kritis, namun satu sisi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat hidup di dunia hanya menjadi janji manis, apalagi untuk kesejahteraan kehidupan di kampung keabadian kelak, mungkin hampir tak terpikirkan.

Melalui catatan kecil ini, sebenarnya penulis hanya ingin memotivasi dan menasihati diri sendiri, agar tak tenggelam dalam rutinitas dan berhenti pada titik puas menikmati suguhan berita-berita duniawi yang dilihat semakin menarik dari hari ke hari. Padahal ada ilmu dan berita yang harus kita perdalam, harus kita ketahui, yaitu berita tentang kampung akhirat. Yang siapapun dia, mau tidak mau, rela ataupun terpaksa akan menuju kepadanya. Tak terkecuali juga bagi mereka yang biasa mengumpulkan dan menyuguhkan berita-berita dunia tanpa pertimbangan ukhrawi sedikit pun.

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang hanya tahu akan ilmu duniawi semata. Dan selalu bertanya, apa kabar akhirat? Wallahu ‘alam. ( eramuslim.com )


READ MORE - Head Line News Dari Akhirat ... !?!

Misteri Air Mata Pria

Misteri Air Mata Pria -- Perempuan identik lebih mudah untuk menangis dan mengeluarkan air mata dibanding laki-laki. Apa yang membuat seorang laki-laki sulit sekali untuk menangis atau mengeluarkan air mata?

Beberapa penelitian terbaru yang mempelajari kekuatan biologis dan proses menangis menunjukkan bahwa ada berbagai jenis air mata dan perbedaan dalam cara menangis laki-laki dan perempuan.

"Laki-laki juga diajarkan untuk tidak menangis, hal ini ternyata cukup terbantu dengan adanya hormon testosteron yang membantu meningkatkan ambang antara stimulus emosional dan keluarnya air mata," ujar Dr Louann Brizendine, seorang neuropsikiatri di University of California, San Francisco, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Kamis (5/5).

Secara biologis perempuan memang lebih mudah meneteskan air mata dibanding laki-laki. Berdasarkan penelitian di bawah mikroskop diketahui bahwa hal ini karena adanya perbedaan pada sel-sel kelenjar air mata.


http://www.hidayatullah.com/berita/gal533314659.jpg


Selain itu saluran air mata laki-laki lebih besar dari perempuan, sehingga jika laki-laki dan perempuan menangis secara bersamaan maka air mata perempuan akan lebih cepat mengalir di pipi ketimbang laki-laki.


Jadi menurut Dr Brizendine ada beberapa hal yang menyebabkan seorang laki-laki lebih pelit mengeluarkan air mata dibanding perempuan yaitu:


  • Memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi sehingga lebih kuat menahan tangis

  • Memiliki saluran air mata yang lebih besar sehingga air mata tidak gampang jatuh

  • Adanya perbedaan pada sel-sel kelenjar air mata


Menangis adalah salah satu proses yang kompleks, dan air mata yang keluar ada dua jenis yaitu air mata iritasi yang membantu mencuci mata dari debu serta air mata emosional yang dikeluarkan untuk merespons stimulus emosional dan rasa sakit secara fisik.

Air mata yang keluar saat seseorang menangis mengandung protein, garam, hormon dan zat lain. Tapi pada air mata yang keluar karena emosional mengandung kadar protein yang lebih tinggi.

Salah satu hormon yang keluar saat menangis adalah hormon prolaktin yang merupakan katalis laktasi (menyusui). Pada perempuan yang telah mencapai usia 18 tahun, tingkat hormon prolaktin ini meningkat 50-60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

"Kami percaya bahwa ini menjadi salah satu alasan perempuan lebih mudah menangis," ujar Dr William H Frey II, seorang ilmuwan saraf dan biokimia dari Regions Hospital di St. Paul, Minnesota.* ( hidayatullah.com )


READ MORE - Misteri Air Mata Pria

Cinta Suami Berawal Dari Perut

Cinta Suami Berawal Dari Perut - Salah satu pesan orang tua kepada para anak perempuannya adalah " Cinta suami berawal dari perut". Ketelatenan seorang wanita dalam memberikan hidangan yang memanjakan lidah bagi suaminya, ternyata memang tidak hanya berhasil memikat kasih sayang dan perhatiannya, namun juga terbukti berhasil menghidangkan kebahagiaan bagi rumah tangga mereka.

Betapa tidak, suami mana yang tidak akan damai melihat sang istri begitu serius merawat dan melayaninya, serta perduli pada hal terinci termasuk pada jam makannya. Bagi suami yang sangat pintar menghargai, hal ini membuat kekurangan wanita yang menjadi istrinya seolah termaklumi oleh perbuatannya merawat dan menjaga cita rasa lidah sang suami.Dan tentunya bagi si istri, kebahagiaan sudah pasti dituainya karena kesenangan dan ridho suami memanglah menjadi tujuan akhir dari perjuangan wanita muslimah.

Maka, betapa disayangkan jika masih ada beberapa orang yang berpikir bahwa dapur bukanlah tempat wanita modern dalam `berkarir`. Bahkan sebagian dari mereka dengan ikhlasnya berbagi pahala dengan para pembantu bahkan menyerahkan semuanya kepada pembantu. Beribu alasan kesibukan dan ketidakmampuan diberikannya, termasuk alasan bahwa jaman sekarang pekerjaan rumah hanya menghambat perkembangan kreatifitas wanita.



http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/masak.jpg&h=235&w=355&zc=1


Hanya orang- orang yang belum mengerti kedamaian sebuah melayani, yang akan berpikiran bahwa pekerjaan dapur hanya merendahkan wanita. Begitulah pendapat kebanyakan mereka, biasanya didapur, masa depan wanita...tamat.

Namun hal ini berbeda dengan pikiran para wanita yang menjunjung tinggi sebuah keikhlasan. Melayani bukan berarti memasrahkan diri menjadi pelayan. Melayani berarti meninggkatkan derajat diri, dari yang semula hanya berpikir tentang diri sendiri, dengan usaha yang keras dia tanggalkan ego untuk membahagiakan orang lain. MasyaAllah, ini bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi juga tidak mustahil dijalankan. Wanita ajaib seperti apa yang dapat berbuat seperti ini, kecuali akan menjadi berkah bagi pasangannya. Betapapun pekerjaan rumah begitu beratnya, betapapun banyak kesibukan diluar yang menyita waktu mereka, namun seorang wanita sholehah akan tetap memfokuskan bahwa keluarga adalah nomor satu, dan karena memang itulah tanggung jawab sesungguhnya,baginya, dari Allah sang maha penguasa. Pikirannya akan dengan sadar menggiringnya untuk selalu menyempatkan waktu menyiapkan apa yang dia bisa hidangkan untuk suami tercinta. Selanjutnya, pahala baginyapun akan mengalir dengan deras dan tiket untuk masuk ke dalam surga Allah insyaallah akan digenggaman.

Memang masih banyak cara untuk membahagiakan suami kita selain dengan memasakkan makanan kesenangan beliaunya. Namun, adakah cara yang lebih indah untuk memenuhi selera makan mereka selain dengan memenuhinya dengan tangan kita sendiri. Pastilah sebuah kebanggaan bagi kita dapat merawat suami sebagai bagian dari amanah kita yang kita lakukan dengan tangan kita sendiri, dan menjadikan kita pribadi yang dapat dipercaya dalam menjaga amanah.

Maka jangan pernah menyepelekan titipan Allah, dan jangan menunggu sampai titipan itu diambil Allah barulah kita menyadari kekeliruan kita. Maka sebaiknya kita mulai menumbuhkan rasa malu, saat mengetahui bahwa sang suami cenderung menyukai penganan di luar dan atau buatan orang lain. Manfaatkan waktu sebaik mungkin belajar, karena sungguh Allah menyediakan surga bagi hambanya yang bersungguh- sungguh dalam belajar.

Siapapun anda, apapun kedudukan dan pekerjaan serta kesibukan saat ini, jangan pernah menganggap remeh hasil karya yang terolah dengan tangan kasih sayang anda dari sebuah ruangan kecil yang bernama dapur. kebahagiaan suami, perhatian dan kasih sayangnya dapat anda ikat dari sana. so, mengapa tidak buru- buru memulainya sekarang?. Selamat berburu pahala... ( voa-islam.com )


READ MORE - Cinta Suami Berawal Dari Perut

Ketika Si Kecil Yang Mulai Pintar Mencari - Cari Alasan

Ketika Si Kecil Yang Mulai Pintar Mencari - Cari Alasan - Kemampuan bicara si kecil yang makin meningkat tentunya sangat menggembirakan kita. Namun sejalan dengan itu, kita pun bisa dibuat kesal karena si kecil kini mulai pintar cari-cari alasan. Kala disuruh makan, misal, ia berkelit dengan mengatakan mulutnya sakit; atau, saat disuruh tidur, eh, ia malah minta makan. Pokoknya, ada saja alasannya untuk menolak!

Menurut Dra. Rahmitha P. Soendjojo, perilaku si kecil yang demikian lebih disebabkan perkembangan sosialnya. "Ia mulai menyadari dirinya. Ia tahu dirinya bahwa aku berbeda dengan orang tuaku, aku pun punya kemauan; bahwa aku maunya makan, kok, bukan tidur." Dari situlah ia akhirnya mengemukakan hal-hal yang kita anggap sebagai alasan untuk tak melakukan apa yang kita inginkan atau kita suruh.

Terlebih lagi di usia ini si kecil juga amat senang mengatakan "enggak" hingga terkesan membangkang. Namun membangkangnya bukan seperti yang kita kenal pada anak yang lebih besar atau orang dewasa dalam arti ke arah yang tak benar, melainkan sebagai cara ia belajar, "Kalau aku menolak, apa, sih, yang bakal terjadi?" Bisa saja, kan, setelah si kecil menolak, kita marah-marah. Nah, dari situ ia belajar, "Oh, ternyata aku nggak bisa mengeluarkan alasan seperti itu, Bunda jadi marah."


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/alasan.gif&h=235&w=355&zc=1


PERINTAHNYA TAK JELAS

Bisa juga, perilaku si kecil yang demikian berkaitan dengan intelektualnya yang makin berkembang. Ketika ia mengatakan, "Aku mau dibacakan cerita," saat disuruh tidur, berarti, kan, nalarnya sudah jalan. Ia sudah bisa mengemukakan apa yang diinginkannya.

Tak tertutup kemungkinan, alasan yang dikemukakan si kecil merupakan caranya untuk menarik perhatian kita. "Makanya orang tua juga harus melihat kemungkinan lain dan introspeksi diri. Kalau dirinya sibuk sekali, tak pernah ada di rumah, hingga kala berada di rumah, anak sering membuat ulah dengan mencari-cari alasan, maka bisa jadi hal itu adalah caranya untuk mencari perhatian orang tuanya," bilang Mitha, sapaan akrab psikolog pada DIA-YKAI, Jakarta ini.

Sebab lain, si kecil tak mau menjalankan perintah yang ditujukan kepadanya karena memang perintahnya enggak jelas. "Orang tua sering lupa dengan kemampuan anak dalam menangkap pembicaraan. Dia ngomong ke anak memakai bahasa orang dewasa." Misal, "Kamu ini gimana, sih, baju sudah kotor begini masih dipakai terus. Cepat ganti dan baju kotornya taruh di mesih cuci." Kalimat sepanjang ini tentu takkan dimengerti si kecil, "Bunda ini ngomong apa, sih?" Harusnya kita cukup bilang, "Ade, bajunya diganti karena sudah kotor," atau "Ade, baju kotornya taruh di tempatnya."

Jadi, jangan marah, ya, Bu-Pak, kalau si kecil tak bergeming kala diperintah melakukan sesuatu. Lihat dulu bagaimana cara kita berbicara dengannya, apakah sudah atau belum jelas bagi si kecil. Makanya, para ahli perkembangan anak selalu menganjurkan orang tua agar berbicara dengan bahasa sederhana kepada anak, sesuai daya tangkap anak seusianya.

Bisa jadi pula, perintah yang kita berikan adalah sesuatu yang berat buat anak tapi ia tak bisa menolaknya. Bukankah pada situasi yang tak menyenangkan dan tak jelas, biasanya anak cepat bosan? Hingga akhirnya dicarilah alasan, semata sebagai caranya untuk mengelak dari tugas yang dibebankan kepadanya.

Tentu saja hal ini tak boleh kita diamkan, karena akhirnya bisa menjadi kebiasaan: ia belajar menghindari tugas yang tak menyenangkan. Ini bisa berlanjut hingga tahapan usia selanjutnya, lo. Meski, diakui Mitha, kemungkinan tersebut masih terlalu jauh, mengingat anak batita masih dalam tahap berkembang kemampuan sosial dan intelektualnya. "Dengan bertambah usia, keterampilan sosialnya jadi makin beragam, hingga ia akan menemukan hal lain lagi yang baru."

PERHATIKAN KEBIASAANYA

Tentu saja, menghadapi si kecil yang pintar cari alasan-alasan diperlukan sikap bijaksana, bukan malah kita memarahi atau ngotot-ngotot dengannya. Yang terbaik, menurut Mitha, cari tahu apakah perilaku si kecil yang demikian karena ia memang sedang melewati tahapan perkembangannya ataukah sekadar beralasan yang dicari-cari.

Caranya, perhatikan kebiasaan si kecil. "Jika memang karena perkembangannya, maka alasan tersebut berlaku pada semua orang dan pada semua hal yang ditawarkan kepadanya. Jadi, sama orang tuanya maupun pembantunya dan orang lain, ia akan bersikap seperti itu." Misal, "Aku enggak mau makan pakai daging, maunya pakai telur." Giliran sudah dibuatkan telur, ia bilang, "Aku enggak mau telur ceplok, maunya telur dadar." Nah, hal ini juga terjadi kala si kecil disuruh makan oleh pengasuhnya, neneknya, omnya, tantenya, dan seterusnya.

Namun bila perilakunya itu hanya berlaku pada hal-hal dan orang-orang tertentu, berarti ada relasi yang tak sesuai atau ada kebutuhan-kebutuhan si kecil yang tak terpenuhi. Misal, tiap disuruh menggosok gigi selalu tak mau dan banyak alasannya. Boleh jadi lantaran ia tak suka rasa odolnya atau sikat giginya terlalu besar. Untuk itu, kita perlu tanyakan, "Ade maunya odol yang mana?" Jika setelah ganti odol, ia masih tak mau juga, kita bisa bilang, "Oke, hari ini Ade boleh enggak gosok gigi, tapi besok pagi harus gosok gigi!"

Jika perilakunya ini sudah menjadi sesuatu yang di luar kemampuan kita dan kelihatan sekali kalau ia terlalu mencari-cari alasan, saran Mitha, kita perlu bertindak tegas. Jadi, kalau besoknya ia tetap tak mau juga menggosok gigi, katakan, "Kalau begitu, Ade tak boleh makan cokelat lagi, jadi tak perlu menggosok gigi lagi." Dengan cara ini, kita menempatkan ia pada situasi yang proporsional. Ia jadi berpikir, "Wah, aku enggak bisa makan cokelat lagi, padahal aku suka sekali cokelat." Hingga ia pun akhirnya tak bisa semena-mena mengemukakan alasan-alasan yang sangat tak beralasan.

Jadi, tak perlu buru-buru marah ataupun menuduh si kecil cuma cari-cari alasan, tapi kembalikanlah pada diri kita: apakah kita telah memfasilitasi semua kepentingannya? "Kalau kita sudah memfasilitasi semuanya dan mempertimbangkan kepentingan anak tapi ia masih juga cari-cari alasan, barulah kita bisa berpikir, oh, ini ada sesuatu yang tak beres pada dirinya. Berarti ia hanya mencari-cari alasan belaka," bilang Mitha.

JANGAN LUPAKAN RITUALNYA

Pendeknya, Bu-Pak, kita perlu menggali lebih lanjut tiap kali anak beralasan. "Pancing ia dengan pertanyaan-pertanyaan hingga akhirnya kita bisa menemukan apa sebenarnya yang ia inginkan." Dengan cara ini, kita juga sekaligus mengajarinya belajar tentang hubungan sebab-akibat. Hingga, lama-kelamaan si kecil pun berani mengemukakan pendapatnya, bukan lagi alasan yang dibuat-buat.

Lagi pula, dengan kita "mencecarnya" lewat pertanyaan-pertanyaan, kalau alasan yang ia kemukakan memang merupakan kebutuhannya, ia pasti akan menjawab dengan tepat. Namun bila hanya sekadar alasan dan asal ngomong, biasanya ia takkan bisa menjawab alasan sebenarnya itu apa. Dengan demikian, ia akhirnya memahami bahwa dirinya tidak bisa asal bicara saja.

Selain tentunya kita pun harus melihat keadaan anak kala ia mengemukakan alasannya. Misal, mungkin ia tak mau tidur karena kurang nyaman dengan lampu yang menyala atau kipas anginnya terlalu besar atau AC-nya kurang dingin, atau karena siangnya ia sudah terlalu lama tidur. "Jadi, semuanya harus dilihat, jangan langsung menyalahkan anak," tegas Mitha.

Termasuk ritual keseharian anak pun harus dilihat. "Jika setiap harinya sebelum tidur ia dibacakan buku cerita, misal, tapi kini ia langsung disuruh tidur, ya, jelas ia takkan mau."

Bila ini yang terjadi, berarti kita harus tetap melakukan ritual tersebut, walaupun mungkin hanya satu buku cerita yang kita bacakan karena kita sudah kelewat lelah. "Oke, akan Bunda bacakan buku ceritanya, tapi satu saja, ya!"

Jika setelah itu, ia tetap belum mau tidur, saran Mitha, minta ia tetap diam di tempat tidur, tak boleh turun atau main lagi. "Tadi, kan, Ade sudah bilang iya untuk dibacakan satu buku cerita saja. Jadi sekarang Ade harus tidur." Dengan begitu, secara tak langsung kita pun telah mengajarinya untuk bersikap konsekuen atas apa yang telah ia sepakati.

Kalau kita bisa tegas, bilang Mitha, tanpa kita harus melotot atau marah-marah pun, si kecil juga akhirnya akan belajar, "Oh, sekarang waktunya tidur. Apa pun alasan yang aku kemukakan,karena ini waktunya tidur maka aku harus tidur." Bagaimanapun, anak juga butuh aturan, kan? Asalkan kita melakukannya dengan konsekuen dan sabar, "lama-lama anak pun bisa menghentikan perilakunya itu. Justru kalau kita enggak sabar hingga berteriak atau mencubit, misal, ia akan mematuhi aturan kita hanya untuk sementara. Jadi, pada saat itu ia mau menurut, tapi di lain waktu ia akan mengulangnya lagi."

Pendeknya, Bu-Pak, lakukan kompromi yang mendidik dari kita kepada si kecil, bukan kompromi yang selalu mentolerir segala sesuatunya. Dengan begitu, ia jadi tahu alasannya masuk akal atau tidak dan bisa atau tidak dilakukan. Jika pun tak bisa dilakukan, ia tahu kapan hal itu baru bisa dilakukan. ( nakita )


READ MORE - Ketika Si Kecil Yang Mulai Pintar Mencari - Cari Alasan

Kate Middleton, Sang Putri Yang Pilih Jadi Ibu Rumah Tangga Saja

Kate Middleton, Sang Putri Yang Pilih Jadi Ibu Rumah Tangga Saja - Pernikahan agung itu telah usai. Kini, Pangeran William dan Catherine Middleton bersiap menjalani kehidupan perkawinan mereka di Anglesey, Wales Utara. Selama dua tahun berikutnya, Catherine tidak akan menjalankan tugas pekerjaan secara full time. Sebab, ia ingin berkonsentrasi menjadi ibu rumah tangga.

Perempuan yang kini bergelar The Duchess of Cambridge ini juga menolak untuk membuat komitmen publik tanpa suaminya di masa mendatang. Artinya, ia tidak akan melakukan kegiatan resmi mewakili dirinya sendiri. Menurut sumber-sumber kerajaan, Catherine ingin menyontoh The Duchess of Cornwall (Camilla Parker-Bowles) yang hanya ingin berperan sebagai pendukung sang suami, yang dinikahi tahun 2005.

Pada teman-temannya, Catherine mengaku ingin menikmati hidupnya selama mungkin sebagai istri pilot RAF (Royal Air Force) biasa di rumah sewaan mereka di Anglesey. Keinginannya ini didukung oleh William, yang memang tak ingin membiarkan istrinya menjadi obyek perhatian publik. Satu-satunya jadwal Catherine setelah ini adalah menonton William bertanding dalam lomba polo, dan dua event lain bulan depan, termasuk Trooping The Colour dan ulang tahun ke-90 Duke of Edinburgh (Pangeran Philip).


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/03/1412551p.jpg

Catherine ingin menjalani kehidupan normal sebagai istri pilot


Keputusannya ini mungkin akan mengecewakan mereka yang berharap menggunakan popularitas pasangan baru ini untuk mendongkrak citra keluarga kerajaan. Catherine juga berpotensi menerima kritikan dari pihak-pihak yang selama ini menuduhnya enggan bekerja.

Meskipun keluarganya memiliki perusahaan penyedia peralatan pesta, Party Pieces, sejak lulus kuliah tahun 2005 ia hanya pernah bekerja paruh waktu sebagai accessories buyer untuk jaringan toko pakaian Jigsaw.

Prioritas William saat ini adalah berkomitmen dengan pekerjaannya selama sedikitnya dua tahun lagi. Ia juga dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan amal, dan Catherine akan mendampinginya sebagai istri. Pada waktunya nanti, Catherine pun akan memiliki kegiatan amalnya sendiri. Tetapi perempuan asal Buckleberry, Berkshire, ini ingin mengeksplorasi bidang-bidang yang sesuai minatnya dulu.

"Catherine ingin menikmati waktunya bersama William sebagai istri pilot RAF," kata seorang temannya. "Jarang sekali lho, seseorang dengan posisi seperti dia mendapat kesempatan untuk hidup sebagai istri yang normal, dan ia berniat menjalaninya semaksimal mungkin." ( kompas.com )



READ MORE - Kate Middleton, Sang Putri Yang Pilih Jadi Ibu Rumah Tangga Saja

Perkembangan Celoteh Anak Sesuai Usianya

Perkembangan Celoteh Anak Sesuai Usianya - Kemampuan buah hati Anda berbahasa merupakan kebutuhan dasarnya, bahkan sejak hari pertama ia dilahirkan. Dengan berjalannya waktu, secara bertahap ia akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mengomunikasikan keinginan dan kebutuhannya kepada orang lain, termasuk Anda sebagai orangtuanya. Berikut tahapan perkembangan kemampuan berkomunikasi seorang anak.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/cute-babyku.jpg&h=235&w=355&zc=1


Usia bayi hingga 2 tahun

Bayi baru lahir hingga usia 3 bulanan umumnya menggumamkan jenis dan tinggi suara yang berbeda. Menggumam dan mengeluarkan suara-suara lembut membuat bayi mendapatkan perhatian dari lingkungannya dan ini membuatnya merasa aman dan nyaman.

Jangan pernah berpikir kita tak bisa banyak bicara kepada anak usia ini. Begitu mereka mulai menangkap ada hal-hal berbeda terhadap apa pun yang Anda lakukan, verbalisasikan aksi tersebut. Contohnya, “Yuk, sekarang kita ganti popok dulu.” Atau “Mama mau matikan lampu kamarmu, ya.”

Mungkin Anda merasa begitu bodoh mengucapkan kalimat-kalimat semacam ini pada Si Kecil, tapi percayalah ia senang mendengar suara Anda. Ia juga akan berkomunikasi dengan Anda melalu aksinya, entah itu menangis, tersenyum ataupun berceloteh.

Ketika Si Kecil mendekati usia setahun, mereka mampu menirukan ekspresi yang dilihatnya dari orang-orang terdekatnya. Ia pun mulai mengasosiasikan bahasa tubuh secara sederhana lewat “kata-kata”. Entah dengan menggeliat untuk mengatakan “hai”, serta memberi respons yang pasti terhadap bentuk-bentuk penolakan.

Menjelang usia 2 tahun, Si Kecil kelihatannya mulai menganggap bahwa nama dirinya adalah “tidak” karena seringnya ia mengatakan “tidak” alias menunjukkan sikap pembangkangan.

Anda mungkin juga jadi berpikir bahwa kata itulah satu-satunya yang tersisa dalam kamusnya. Ini normal, kok. Anak dalam kisaran usia ini mampu mengucapkan 6-20 kata, meski mereka sebetulnya bisa mengerti lebih banyak.

Mereka mulai belajar menyusun kalimat-kalimat sederhana dan memberi respon secara benar terhadap pertanyaan-pertanyaan simpel yang dilontarkan kepadanya, seperti “Ini apa, Sayang?”

Usia 3-5 tahun

Di rentang usia ini terjadi perkembangan bahasa yang relatif cepat. Anak mulai bisa menggabungkan kata-kata yang mirip menjadi sebuah kalimat sederhana untuk menceritakan kembali sebuah cerita.

Pada umur 3 tahun Si Kecil akan mampu mengikuti arah yang dimaksud, misalnya kiri dan kanan. dan atau mengulang 1-2 baris dongeng kesukaannya.

Di usia 4-5 tahun, anak mulai mampu bercerita meski mungkin masih bingung menempatkan keterangan soal waktu, seperti besok, sekarang dan kemarin. Anak akan mengombinasikan ide-ide yang berbeda ke dalam satu kalimat, tertarik mendengarkan cerita yang agak panjang, serta mampu mengikuti arah sesuai yang diminta.

Dalam percakapan, ia pun bisa menggunakan kata-kata yang menggambarkan hubungan sebab-akibat. Selain mampu menggunakan kata-kata seperti “mungkin” ataupun “seharusnya”.

Usia 6-9 tahun

Anak di rentang usia ini sangat ingin menghibur Anda dengan cerita-cerita mereka. Mereka memiliki imajinasi yang aktif dan kemampuan menambahkan unsur drama melalui aksi dan ekspresinya. Mereka gemar tertawa dan hobi membuat orang lain tertawa. Itulah mengapa lelucon menjadi salah satu bentuk hiburan yang mereka gemari.

Perbendaharaan kata mereka pun akan berkembang sejalan dengan kemampuan membaca. Bahkan untuk mengetahui betapa luasnya kosakata mereka, Anda mungkin harus mulai rajin-rajin membuka kamus bila ingin nyambung saat ngobrol dengannya.

Usia 10-12 tahun

Anak pada rentang usia ini sudah mampu belajar bagaimana seninya bercakap-cakap. Mereka punya cukup pengetahuan tentang dunia sekitar dan kosakata yang luas untuk menikmati percakapan yang menyenangkan dengan Anda. Jadi bukan hanya sebatas menyelesaikan tugas di sekolah.

Tak heran kalau waktu makan malam merupakan kesempatan yang sangat istimewa untuk menikmati perbicangan yang menyenangkan dengan ananda. Anda bisa memancing perbincangan dengan menanyakan hal-hal yang dialaminya sepanjang hari tadi.

Akan tetapi anak usia ini umumnya cenderung bermasalah dengan perilakunya yang kurang sopan dalam bertutur, semisal omong kasar atau bicara ketus. Meskipun Anda jadi bingung dibuatnya dan kadang terpancing marah, cobalah cari tahu ada apa di balik perilaku kurang sopan tadi.

Sangat mungkin hal tersebut muncul kala anak memiliki emosi yang kuat namun tak bisa mengekspresikannya secara wajar. Untuk memintanya agar tidak melakukan kekurangajaran semacam itu, tunggulah sampai ia tenang.

Gunakan strategi pesan diri (I-message ) untuk mengatakan pada buah hati Anda bagaimana kata-kata kasarnya membuat Anda merasa tersinggung. Kemudian mintalah ia untuk memosisikan dirinya jika diperlakukan seperti itu. Selanjutnya barulah tanyakan apa yang bisa ia lakukan sebagai penggantinya. Tawarkan sejumlah saran kemudian setujui satu solusi terbaik. ( voa-islam.com )


READ MORE - Perkembangan Celoteh Anak Sesuai Usianya

Inilah Bahaya Minum Teh Panas Dan Es Teh bagi Kesehatan

Inilah Bahaya Minum Teh Panas Dan Es Teh bagi Kesehatan - Hasil riset terbaru oleh peneliti Iran menyebutkan, meminum teh dalam keadaan masih panas (lebih dari hangat) dapat menyebabkan Kanker Tenggorokan.

Pada penelitian terdahulu, dalam British Medical Journal dikemukakan minuman panas berpotensi menimbulkan tumor. Meminum teh panas dengan temperatur di atas 70 derajat celcius sama dengan meningkatkan resiko kanker tenggorokan delapan kali lipat lebih besar jika dibandingkan Anda meminumnya dalam keadaan hangat, yaitu di bawah 65 derajat, demikian penjelasan peneliti seperti yang dilansir Reuters.

Bersama timnya, Reza Malekzadeh dari Tehran University meneliti kebiasaan minum 300 orang yang didiagnosa mengidap kanker tenggorokan, sementara 571 orang lainnya dalam keadaan sehat. Mereka semua berasal dari daerah yang sama, di provinsi Golestan, di Iran Utara.

Malekzadeh menjadikan daerah ini sebagai sampel penelitian karena Golestan merupakan salah satu daerah dengan tingkat kanker tenggorokan tertinggi di dunia. Namun sebaliknya tingkat kebiasaan merokok dan minum alkohol di daerah ini sangat rendah. Yang perlu diketahui, hampir semua penduduknya meminum teh hitam secara rutin, sebanyak satu liter setiap harinya.

Hasilnya, orang yang rutin meminum teh kurang dari dua menit setelah dituangkan, beresiko memicu berkembangnya kanker lebih cepat jika dibandingkan dengan mereka yang menunggu empat menit atau lebih. Tidak ada keterangan pasti seberapa panas suhu teh yang menyebabkan kanker, namun peneliti menyimpulkan luka akibat panas dari teh akan menyebabkan iritasi tenggorokan.


http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/es-tehku.jpg&h=235&w=355&zc=1


Dibandingkan dengan meminum teh hangat atau suam kuku pada temperatur 65 derajat Celsius atau kurang, meminum teh panas, antara 65 dan 68 derajat Celsius, berkaitan dengan dua kali resiko kanker tenggorokan, dan meminum teh yang sangat panas pada 70 derajat Celsius atau lebih berkaitan dengan peningkatan delapan kali lipat.

...Meminum teh panas dengan temperatur di atas 70 derajat celcius sama dengan meningkatkan resiko kanker tenggorokan delapan kali lipat lebih besar jika dibandingkan Anda meminumnya dalam keadaan hangat, yaitu di bawah 65 derajat...


Dampak kanker tenggorokan cukup mengerikan. Tercatat setiap tahunnya lebih dari 500.000 orang di dunia meninggal akibat penyakit ini. Penyakit ini tumbuh subur terutama di daerah Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Kanker ini termasuk mematikan, dengan rata-rata kesembuhan sekira 12 hingga 31 persen, itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama, sekira 5 tahun.

"Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan kuat resiko OSCC yang berhubungan dengan meminum teh panas atau sangat panas,". Mereka menyarankan orang mesti menunggu beberapa menit sebelum meminum satu gelas teh yang baru diseduh dengan air mendidih.

Laporan itu juga memberi dukungan kepada pendapat bahwa cedera karena tersengat hawa panas mungkin menjadi penyebab kanker "epithelium", kendati cara panas meningkatkan perkembangan tumor belum diketahui.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi minuman dalam keaadaan panas berbahaya bagi kesehatan Anda. Apalagi ditambah dengan makanan yang panas pula, seperti bakso dll. Lebih baik teh atau minuman lain diminum dalam keadaan hangat.

Bahaya Minum Es Teh Bagi Kesehatan Ginjal

Siapa diantara para pengunjung yang tidak menyukai minuman rakyat yang satu ini? Yah, Es Teh sepertinya begitu mudahnya kita temui dimanapun tempat kita makan, dari warung pinggir jalan sampai restoran mewahpun semuanya menyediakan Es Teh sebagai salah satu menu minumannya. Es Teh dengan bau dan rasa khasnya sudah mendarah daging di masyarakat kita, meski dikemas dalam bentuk apapun itu, Teh tetaplah Teh dan jika diberi es, kesegaranlah yang kita dapatkan, apalagi di Bulan Puasa ini, menu pembuka sebelum makan besarpun sering didahului dengan minum es teh.

Tapi tahukah Anda, di balik kenikmatannya, es teh menyimpan potensi merugikan bagi kesehatan. Penelitian Loyola University Chicago Stritch School of Medicine mengungkap bahwa konsumsi es teh berlebih meningkatkan risiko menderita batu ginjal.

Seperti dikutip dari laman Times of India, es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal. "Bagi mereka yang memiliki kecenderungan sakit batu ginjal, es teh jelas menjadi minuman terburuk," kata Dr John Milner, asisten profesor Departemen Urologi, yang tergabung dalam penelitian.

...Es teh mengandung konsentrasi tinggi oksalat, salah satu bahan kimia kunci yang memicu pembentukan batu ginjal...

Milner mengatakan, teh panas sebenarnya juga menyimpan efek buruk yang sama. Hanya, takaran penyajian teh panas biasanya lebih kecil. Logikanya, orang meminum teh panas tak akan sebanyak minum es teh. Jarang orang yang mengonsumsi teh panas saat haus. Berbeda dengan es teh, di mana banyak orang sanggup meminumnya lebih dari segelas saat haus dan udara panas.

Pria, wanita posmenopause dengan tingkat estrogen rendah, dan wanita yang pernah menjalani operasi pengangkatan indung telur paling rentan terpapar dampak buruk es teh. Oleh karenanya, Milner menyarankan, mengganti konsumsi minuman itu dengan air putih, atau mencampurnya dengan lemon. "Lemon kaya kandungan citrates, yang dapat menghambat pertumbuhan batu ginjal," kata Milner.

Batu ginjal adalah kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam yang biasanya ditemukan dalam air seni, ginjal atau saluran kemih. Mineral tak terpakai itu umumnya bisa keluar dari tubuh bersama urin, tapi dalam kondisi tertentu bisa mengendap dan membatu di dalam saluran kemih.

Peneliti juga mengungkap sejumlah makanan lain yang berpotensi menyimpan efek buruk. Mereka menyebut antara lain: bayam, cokelat, kacang-kacangan, garam, dan daging. Sebaiknya, konsumsi es teh dan makanan-makanan itu secara moderat demi kesehatan ginjal. Padukan pula dengan makanan tinggi kalsium yang dapat mereduksi oksalat. Dan, tentu saja perbanyak minum air putih. ( voa-islam.com )


READ MORE - Inilah Bahaya Minum Teh Panas Dan Es Teh bagi Kesehatan

Kenali dan Waspadai Bahaya Plastik Kemasan

Kenali dan Waspadai Bahaya Plastik Kemasan -Sejumlah plastik kemasan makanan mengandung zat kimia yang memicu penyakit berbahaya - Sejumlah penelitian mengungkap banyaknya makanan sekaligus kemasannya yang berbahaya bagi kesehatan. Terbaru, dilakukan peneliti asal Amerika Serikat, Adam J Spanier, yang menemukan dampak buruk zat kimia pada kemasan plastik makanan terhadap pernapasan bayi.

Seperti dilansir dari laman Daily Mail, penelitian itu menunjukkan bahwa ibu hamil dengan tingkat bisphenol A tinggi dalam tubuh memiliki risiko dua kali lebih besar memiliki bayi menderita masalah pernapasan dalam enam bulan pertama. Bayi mereka berisiko mengalami kerusakan paru-paru, asma, bronkhitis, dan alergi.

Bisphenol A atau BPA biasa digunakan untuk mengeraskan plastik, dan menjadi salah satu zat kimia yang diproduksi massal. Zat kimia ini dapat dengan mudah ditemukan pada produk-produk seperti botol susu bayi, tempat CD, makanan, dan kemasana makanan.

Zat kimia ini sangat mirip dengan hormon estrogen. Karenanya, banyak ilmuwan percaya bahwa zat ini dapat menggangu produksi hormon di dalam tubuh.

Meskipun beberapa percobaan pada hewan menunjukkan bahwa BPA aman bagi tubuh, penelitian lainnya mengatakan bahwa BPA dapat menyebabkan kanker payudara, kerusakan hati, obesitas, diabetes, dan masalah kesuburan.


http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/03/17/67565_daur_ulang__kebiasaan_ramah_lingkungan_300_225.jpg


Dalam penelitiannya, Spanier melihat tingkat BPA pada 367 wanita hamil. Penelitian di Penn State College of Medicine ini mengukur tingkat zat kimia pada ibu hamil pada usia kandungan minggu ke-16 dan 26.

Mereka menemukan, 99 persen wanita tercemar bahan kimia di tubuh mereka. Mereka dengan kadar BPA tinggi pada minggu ke-16 memiliki risiko mendapatkan bayi dengan masalah pernapasan pada enam bulan pertama, dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang hanya memiliki kadar BPA rendah.

Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa konsentrasi BPA yang tinggi pada minggu ke-26 dan pada saat kelahiran tidak berhubungan dengan kondisi tersebut.

Beberapa peneliti menganggap bahwa zat kimia yang dapat mengacaukan hormon tersebut lebih berbahaya pada masa awal kehamilan. Mereka juga menganjurkan bagi wanita usia subur untuk menghindari produk yang mengandung BPA.

"Penelitian baru ini menambahkan alasan untuk mengurangi pemakaian zat kimia tersebut pada kemasan, terutama untuk wanita hamil," ujar Elizabeth Salter Green, directur Chemicals, Health and Environment Monitoring Trust. Hal ini dikarenakan perkembangan janin dalam rahim sangat rentan pada BPA.

Tahun lalu, Denmark menjadi negara pertama di Uni Eropa yang melarang penggunaan BPA dalam kemasan makanan dan minuman, sedangkan Uni Eropa sudah melarang penggunaan BPA pada botol susu tahun lalu. Kanada dan tiga negara bagian AS pun telah memberlakukan pembatasan. ( vivanews.com )


READ MORE - Kenali dan Waspadai Bahaya Plastik Kemasan