Inilah Daftar Kebohongan Perempuan Dalam Rumah Tangga - Berbohong demi kebaikan (white lie) tanpa disadari menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan berumah tangga. Kadang, ada hal-hal yang tidak perlu diungkapkan demi keharmonisan perkawinan.
Berikut ini adalah sejumlah hal utama yang dirahasiakan perempuan dari pasangannya:

Pengeluaran
Hasrat untuk berbelanja merupakan salah satu titik lemah perempuan. Siapa yang tahan melihat sepasang sepatu cantik yang pas di kaki dan membuat Anda percaya diri? Berapa pun harganya, Anda mungkin tak segan mengeluarkan uang.
Tapi, harga barang yang tak masuk akal bisa membuat pasangan terperanjat dan berang. Jika Anda menggunakan simpanan sendiri atau dana ekstra, pengeluaran itu mungkin tidak akan ketahuan. Sebaliknya, apabila Anda menggunakan kartu kredit atau simpanan bersama, baru bisa timbul masalah.
Mengontak mantan
Meskipun Anda benar-benar hanya berteman dari seseorang dari masa lampau, pasangan mungkin tidak bisa menerimanya dengan lapang dada. Ia bisa jadi menaruh curiga dan memicu pertengkaran dalam rumah tangga.
Jika Anda dan mantan kekasihatau suami hanya bertukar sapa di email atau Facebook, hal ini mungkin bukan masalah besar. Tapi, jika pembicaraan mulai menjurus pada rayuan atau Anda berdua memutuskan bertemu, berlaku jujur merupakan sikap terbaik.
Mengintip
Sepercaya apa pun Anda kepada pasangan, kadang sulit menahan diri untuk tidak mengintip email atau SMS yang ditulis atau diterimanya, atau menelusuri jejak aktivitas online-nya. Hal-hal tentangnya yang tidak Anda ketahui dapat menimbulkan rasa khawatir dan tidak aman.
Akan tetapi, pasangan kemungkinan besar tidak akan merasa senang apabila mengetahui Anda memata-matai gerak-geriknya. Komunikasi dan berterus terang tetap menjadi pilihan terbaik. ( mediaindonesia.com )
READ MORE - Inilah Daftar Kebohongan Perempuan Dalam Rumah Tangga
Antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern - Di zaman resesi seperti saat ini, orang harus lebih cermat dan bijak membelanjakan setiap sen uang, termasuk ketika membeli kebutuhan hidup sehari-hari. Jika selama ini terbiasa berbelanja bulanan di supermarket atau pasar modern lainnya, sudah waktunya melirik kemungkinan berbelanja di pasar tradisional. Selain lebih murah, Anda pun bisa turut membantu meningkatkan taraf kesejahteraan para pedagang kecil.
Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini Media Perempuan memberikan sejumlah perbandingan untung-rugi berbelanja di pasar tradisional versus pasar modern:

Harga barang
Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya.
Tawar menawar
Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas.
Diskon
Untuk urusan diskon, sejumlah supermarket memang sering memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Akan tetapi, perlu diperhatikan apakah hal tersebut merupakan rayuan terselubung (gimmick) agar pembeli bersikap lebih konsumtif. Tak jarang, orang menjadi lapar mata ketika berbelanja di supermarket dan tergoda membeli barang-barang yang tidak mereka butuhkan.
Kenyamanan berbelanja
Untuk urusan kenyamanan, berbelanja di pasar modern memang jauh lebih nyaman ketimbang berbelanja di pasar tradisional. Berbagai supermarket memiliki area yang lebih luas, bersih, rapi, dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Sedangkan pasar tradisional menempati area yang lebih sempit, sumpek, sesak, dan tak jarang menguarkan bau kurang sedap.
Kesegaran produk
Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya. ( mediaindonesia.com )
Nah, selamat berbelanja!
READ MORE - Antara Pasar Tradisional dan Pasar Modern
Mengungkap Taktik Licik Berbagai Supermarket - Tanpa kita sadari, baik supermarket maupun minimarket sebenarnya menggunakan taktik yang terbilang licik supaya kita bersedia membeli barang lebih daripada yang diperlukan. Ini tentunya bisa membuat kita mengelurkan bujet melebihi dari yang direncanakan. Supaya kita bisa tetap menaati daftar dan anggaran belanja, ketahuilah trik supermarket berikut ini dan bagaimana menghindarinya.

1. Tata letak barang membuat kita menelusurilorong yang mungkin tidak ada di daftar belanja.
Sulit untuk menahan diskon berbagai alat elektronik atau aroma roti panggang yang nikmat. Itu semua biasanya diletakkan di bagian depan toko apalagi kereta belanja kita masih kosong. Sementara itu, barang-barang yang memang diperlukan justru diletakkan di bagian belakang, seperti susudan gula. Anda pun terpaksa berjalan melalui lorong lainnya sebelum sampai ke lorong yang dibutuhkan.
2. Semakin mahal barang semakin mudah dijangkau.
Sebagian besar supermarket diatur sedemikian rupa sehingga pelanggan bergerak dari kanan ke kiri sehingga penjualan terbaik biasanya ditemukan di sisi kanan. Barang dengan harga cukup mahal biasanya ditempatkan agar menarik perhatian dan mudah dijangkau, sedangkan barang-barang lebih murah di taruh di atas sehingga lebih sulit untuk diambil.
3. Musik membuat kita betah untuk berbelanja lagi.
Studi menunjukkan bahwa 70 persen dari pembelian yang tidak direncanakan biasanya terjadi bila semakin lama seorang pembelanja berada toko. Jadi masuk akal bila supermarket berupaya menciptakan pengalaman belanja senyaman mungkin agar kita berbelanja lagi. Jika Anda tidak mau termanipulasi, dengarkan saja musik Anda sendiri melalui iPod. 4. Penawaran justru membuat mubazir
Studi menunjukkan bahwa orang-orang membeli setidaknya 30 persen lebih dari apa yang sebenarnya dibutuhkan kala melihat penawaran khusus. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk toko untuk memindahkan produk kurang populer. Penawaran menggoda seperti 'beli 3 dan mendapatkan 4' hanyaakan benar-benarefektih jika Anda memang memerlukan sebanyak 4 item. Tapi jika anggaran ketat, tanyakan diri sendiri apakah Anda akan membeli produk jika itu tidak melalui penawaran khusus. Jika jawabannya tidak, jangan buang uang Anda. Ingat pula untuk menyesuaikan daftar belanja sehingga Anda tidak perlu persediaan barang tertentu.
5. Kenyamanan tidaklah gratis.
Memang membali bahan makanan siap masak membuat hidup lebih mudah. Daging yang telah dipotong, sayuran yang tinggal dimasukkan saja, atau buah yang siap makan semua itu tentu akan menghemat waktu. Tapi, ingat bahwa Anda membayar untuk kenyamanan. Produk siap masak atau dimakan pastinya akan dua kali lebih mahal. Jika Anda sedang menghemat, belilah daging dan sayuran utuh dan potong sendiri. ( mediaindonesia.com )
READ MORE - Mengungkap Taktik Licik Berbagai Supermarket